Perspektiflampung.com-Dinas Kesehatan Kota Metro mencatat, dari total pelaksanaan rapid test sebanyak 9.045 orang, 287 orang di antaranya menunjukkan hasil reaktif.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Erla Andrianti menyebutkan, berdasarkan data surveilans covid-19, hingga tanggal 7 Januari 2021, pelaksanaan rapid test mencapai 9.045 orang, dengan reaksi reaktif sebanyak 287 orang. “Sedangkan, untuk hasil swab test PCR sebanyak 1.382 orang, dengan hasil positif sebanyak 228 orang,” kata Erla Andrianti, Jumat (08/01/2021).
Ia melanjutkan, berdasarkan perhitungan epidemiologi covid-19, pada tingkat kematian di Kota Metro mencapai 4,6%,. Sedangkan tingkat kesembuhan mencapai 63,2%, dan tingkat kasus aktif mencapai 32,2%,. “Sehingga BOR (Bed Occupancy Ratio) atau bisa disebut angka penggunaan tempat tidur ruang isolasi rumah sakit mencapai 29,1%,” jelasnya.
Sementara itu, mengenai ketersediaan ruang isolasi, pada sejumlah rumah sakit dan lokasi yang telah ditetapkan, meliputi RSU Ahmad Yani sebanyak 27 ruang isolasi, RS Mardi Waluyo sebanyak 27 ruang isolasi, RSU Muhamadiyah sebanyak 12 ruang isolasi, RS Islam sebanyak 4 ruang isolasi dan Wisma Alvaro sebanyak 20 ruang isolasi.
Pada bagian lain, Erla juga menjelaskan, untuk kasus positif covid-19 di tingkat kelurahan pada pekan pertama Januari, kasus terbanyak pada kelurahan Mulyojati yang mencapai 32 orang, Kelurahan Iringmulyo 24 orang, dan Hadimulyo Barat 23 orang. “Berdasarkan kelompok umur, paling banyak terjadi pada kelompok usia produktif yaitu umur 15 sampai dengan 59 tahun,” urainya.
Terpisah, Walikota Metro Achmad Pairin menyampaikan rancangan membentuk lima kelompok untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat. “Kelompok pertama diketuai Walikota, kedua Wakil Walikota, ketiga Kalpolres, keempat Dandim, dan kelompik kelima akan dipimpin Ketua DPRD. Sasarannya yakni penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan, sebagai upaya pencegahan dan pengendalian covid-19 di Kota Metro,” kata Pairin.(ga)





