Selasa, Desember 5, 2023
Beranda Uncategirized Kembangkan Kawasan Cagar Budaya, Metro Studi Tiru ke Surabaya

Kembangkan Kawasan Cagar Budaya, Metro Studi Tiru ke Surabaya

perspektiflampung.com-Kota Metro terus berupaya mengembangkan kawasan cagar budaya.
Salah satu upayanya, melalui study tiru yang dilakukan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) ke Kota Surabaya Jawa Timur, pada16 hingga 18 November 2023.
Studi tiru bersama ini juga melibatkan beberapa OPD di antaranya, Disdikbud,Bappeda,Dinas PUTR,TACB dan perwakilan DPRD Kota Metro.
Kabid Kebudayaan Disdikbud Kota Metro Siti Rogayati Seprita mengatakan, studi tiru ini sengaja melibatkan berbagai OPD. Itu, sebagai upaya bersama mendorong revitalisasi cagar-cagar budaya di Kota Metro.
“Melalui studi bersama ke Disbudporapar Surabaya ini diharapkan ada pemahaman bersama sekaligus kerja bersama terkait program revitalisasi cagar-cagar budaya yang ada di Kota Metro kedepannya,”ujarnya di Mall Pelayanan Publik Surabaya yang notabene adalah bangunan cagar budaya, Jumat (17/11/2023).
Senada diungkapkan, Ancila Hernani, anggota DPRD Metro juga mengapresiasi pendekatan studi bersama yang juga melibatkan pihak legislatif.
“Dengan pemahaman bersama semacam ini harapannya akan terjadi sinergi dalam penerapannya di Kota Metro. Terlebih Metro juga sudah memiliki Perda dan Perwali terkait cagar budaya serta telah menetapkan cagar budaya selama tiga tahun terakhir”jelasnya.
Sementara itu, Chairur Rozikin dari Bidang Infrastruktur Bappeda Metro dalam diskusi tersebut juga menyoroti aspek perencanaan pembangunan yang mendorong kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat dalam penataan kawasan cagar budaya.
“Kolaborasi dan gotong-royong diperlukan dalam mendorong penataan kawasan-kawasan cagar budaya dan wisata sehingga target yang hendak dicapai. Yakni, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan PAD dapat berjalan beriringan,”terangnya.
Kabid Kebudayaan Disporapar Surabaya Heri mengatakan penataan kawasan-kawasan cagar budaya di Surabaya adalah komitmen kuat Pimpinan Daerah.
“Kepala OPD menandatangani pakta integritas dan target kerja selama enam bulan,dengan demikian mereka harus berlari dan saling bekerjasama dalam memenuhi targetnya,”jelasnya.
Dilanjutkan, Surabaya kini terus menata 23 kawasan cagar budaya sebagai destinasi wisata, kuliner dalam rangka meningkatkan perekonomian dan PAD.
“Di Tunjungan misalnya lewat program Romansa Tunjungan yang diluncurkan Walikota Surabaya penataan kawasan menjadi lebih hidup, menarik serta memberikan manfaat ekonomi baik untuk masyarakat maupun Pemerintah Kota Surabaya,”ungkapnya
Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan paket-paket wisata dengan menggandeng komunitas, tour and travel dan berbagai stakeholders.
“Seperti saat ini, Surabaya menjadi salah satu kota penyelenggaran Piala Dunia U-17 ini menjadi momentum untuk mengenallan wisata, cagar budaya kepada para wisatawan dari berbagai negara,”terangnya.
Heri menambahkan, dalam proses penataan kawasan optimalisasi peran TACB dalam penataan kawasan-kawasan cagar budaya di Surabaya.
“Jadi, TACB tidak sekedar mengurusi kajian penetapan saja tapi pemugaran,penataan kawasan, kajian reklame di cagar budaya juga menjadi tugas TACB,”tambahnya.
Turut hadir dalam diskusi Fatwa Rizani dari Fisdikbud, Raden Woro Pamong Budaya Kota Metro,Isbani Saputra dari PUTR Kota Metro,Oki Hajiansyah Wahab dan Herie Widarto dari TACB Metro.
Selain berdiskusi dengan Disbudporapar para peserta juga mengunjungi Kampung Wisata Cagar Budaya Peneleh yang baru diresmikan tahun ini dan mencoba Surabaya city tour bus milik Pemkot Surabaya yang tersedia.hanya di akhir pekan. (rws).



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Iklan

Iklan

Iklan

Most Popular

Recent Comments