Sabtu, Desember 4, 2021
Beranda KESEHATAN Kota Metro Masuk PPKM Level I

Kota Metro Masuk PPKM Level I

Perspektiflampung.con-Kota Metro berada pada PPKM Mikro level II bersama 13 kabupaten/kota lain di Lampung, serta  berada pada zonasi kuning penyebaran covid-19.

       Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Erla Andrianti mengatakan, Kota Metro berada pada level II bersama 13 kabupaten/kota lain di Lampung, serta Kota Metro saat ini berada pada zonasi kuning penyebaran covid-19. “Untuk itu Pemkot  mengoptimalkan posko penanganan covid-19 di tingkat kelurahan,  terhitung sejak tanggal 05 Oktober sampai 18 Oktober 2021,” kata Erla,  Rabu (06/10/2021).

       Menurutnya, dalam Instruksi Kemendagri sebelumnya, daerah-daerah yang masuk level II dapat turun menjadi level I dengan syarat  jumlah total warga yang sudah di vaksin minimal 70 persen dari jumlah seluruh warga, kemudian untuk warga yang berusia 60 tahun minimal 60 persen sudah mengikuti vaksin. “Saat ini,  untuk vaksin dosis pertama telah mencapai 63,6%,” ujarnya.

       Pada bagian lain,  Erla Andrianti, menyebutkan, indikator hasil asesmen terkait covid-19 di Kota Metro  saat ini sudah menurun. “Dari kasus pada bulan Agustus mencapai 710 kasus tertinggi dari tahun 2021,  pada bulan September menurun menjadi 254 kasus, serta pada bulan Oktober sampai saat ini hanya mencapai 13 kasus,” paparnya.

      Selanjutnya,  kasus harian, terjadi penurunan dalam seminggu ini dan dua minggu belakangan, dan kasus tertinggi hanya 7 setiap harinya, dan mulai tanggal 30 September turun hanya 1  hingga 2 pasien di setiap harinya, sehingga waspada pada hari ini sedikit naik dari kemarin mencapai 5  pasien per hari. “Untuk kasus kematian tertinggi pada bulan Agustus mencapai 58 kasus dan September 15 kasus,” imbuh dia.

       Lanjutnya, Bed Occopancy Rate (BOR) pada rumah sakit menurun dengan rata-rata 4,6 persen, saat ini hanya  merawat 8 orang pasien  pada 4 rumah sakit,  di mana 4 pasien di antaranya berasal dari luar Kota Metro. “Sedangkan,  pada level II ada 6 kriteria level transmisi dan level kapasitas respon yang masih kurang baik adalah angka rawat rumah sakit,” ungkapnya.(ga)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments